8 Unsur Sesuatu Warga Dalam Ilmu Masyarakat Dengan Cara Umum

 Uncategorized   
Sesuatu Warga

Sesuatu Warga telah tidak asing lagi terdengar di kuping kita, tiap kegiatan serta pandangan kehidupan tentu menyangkut sesuatu kehidupan warga. Tetapi apakah kamu mengerti serta mengerti apa yang sesungguhnya diucap dengan warga? Selanjutnya uraiannya.

Tidak hanya pola aksi laris khusus yang dipunyai oleh warga, para badan warga pula wajib mempunyai sesuatu perasaan ataupun rasa bukti diri kalau mereka ialah bagian ataupun sesuatu kesatuan spesial yang berlainan dari kesatuan orang yang yang lain ataupun warga yang yang lain. Alhasil dari uraian diatas bisa disimpulkan kalau dengan cara pendek sesuatu tentu mempunyai 4 karakteristik penting. Keempat karakteristik penting warga merupakan.

Berjalan interaksi dampingi orang ataupun dampingi badan didalamnya. Ada sesuatu pola sikap yang didasarkan pada angka serta norma ataupun aturan- aturan yang khas. Berjalan dalam kurun durasi yang tidak terbatas ataupun lazim diucap mempunyai kelangsungan durasi. Ada sesuatu rasa bukti diri yang kokoh yang silih mengikat warganya.

Dari uraian diatas bisa disimpulkan kalau warga ialah sesuatu kesatuan hidup orang yang mempunyai system, angka, dan norma yang menata pola aksi laris dan interaksi dampingi badan didalamnya.

Identitas Masyarakat

Tidak hanya keempat karakteristik penting dari warga diatas, ada pula sebagian identitas biasa dari sesuatu komunitas orang yang digolongkan bagaikan warga. Identitas ini pula menyangkut apa saja yang sepatutnya terdapat serta bisa terjalin dalam sesuatu kehidupan warga. Selanjutnya sebagian identitas warga dengan cara biasa itu:

Hidup Berkelompok

Didasarkan pada kodrat orang bagaikan insan sosial yang tidak bisa hidup sendiri serta silih tergantung satu serupa lain, hingga karakteristik penting warga merupakan orang yang hidup beregu. Dengan hidup bersama serta membuat sesuatu golongan, hingga setelah itu hendak berganti jadi warga yang silih memahami serta tergantung satu serupa lain.

Silih Berinteraksi

Karakteristik yang kedua ini serupa dengan karakteristik penting sesuatu, ialah terdapatnya ikatan ataupun interaksi dampingi orang ataupun badan didalam itu. Karakteristik ini ialah sesuatu konkretisasi dari dimana buat melaksanakan interaksi berarti dibutuhkan sesuatu pertemuan, seperti itu kenapa mereka silih hidup bersama dalam sesuatu area warga. Tidak hanya itu terdapatnya interaksi yang terjalin pula ialah sesuatu ilustrasi aksi bagaikan insan sosial yang tidak bisa hidup sendiri.

Melahirkan Kebudayaan

Sesuatu kultur tentu lahir sebab terdapatnya pola aksi laris yang khas dari warga, jadi bila tidak terdapat sesuatu warga hingga tidak hendak terdapat pula sesuatu kultur. Tetapi tanpa kultur juga tidak bisa jadi terdapat yang diucap bagaikan, sebab tidak terdapatnya pola hidup yang khas didalamnya. Hingga yang sudah terdapat serta hidup bersama tentu hendak melahirkan sesuatu kultur yang khas. Dimana kultur yang khas itu hendak di turunkan pada generasi- generasi selanjutnya tetapi senantiasa hadapi adaptasi dengan pergantian sosial. Banyak unsur- unsur pergantian sosial adat pada warga yang pengaruhi kehidupan didalamnya.

Hadapi Pergantian Sosial

Sesuatu warga tentu mempunyai watak yang energik ataupun tidak hendak serupa serta bungkam lalu semacam tadinya. Para badan pula tentu membutuhkan sesuatu kehidupan yang lebih bagus serta bertumbuh dari tadinya, alhasil hendak terjalin sesuatu pergantian sosial didalam warga itu. Tetapi pergantian sosial yang terjalin bisa mengarah pada 2 arah, ialah pergantian yang sedang hendak dicocokkan dengan kultur yang terdapat, serta pergantian yang malah memudarkan kultur yang sudah terdapat tadinya. Pergantian ini terkait pada badan yang mempraktikkan nya, bila mereka bisa memilah mana yang bagus serta tidak untuk kehidupan warga bersama berarti kultur ataupun norma yang terdapat sedang dikira berarti untuk kehidupan warga itu.

Ada Pemimpin

Tidak hanya terdapatnya angka serta norma yang legal dalam warga, dibutuhkan pula seseorang atasan buat menata pola kehidupan serta aksi laris badan warga. Seseorang atasan pula diperlukan buat memantau keadaan yang sudah disetujui bersama supaya tidak melenceng ataupun pergi dari perjanjian yang sudah terbuat. Tidak cuma seseorang atasan, dalam sesuatu sistem yang legal di warga pula dibutuhkan fitur warga yang hendak menolong kegiatan atasan dalam mengetuai serta menata masyarakat masyarakatnya.

Ada Pelapisan Sosial

Karakteristik sesuatu warga yang terakhir merupakan terdapatnya sesuatu pelapisan sosial didalam kesinambungan hidup warga. Diantar badan warga tentu hendak terdapat ataupun tercipta sesuatu pelapisan ataupun lebih dimengerti bagaikan sesuatu kalangan khusus, bagus itu yang didasarkan pada status sosial ataupun kedudukan sosialnya. Terdapatnya macam- macam pelapisan sosial bisa menaruh seorang ataupun tiap orang pada letaknya, alhasil mereka bisa melakukan kedudukan serta tanggung jawab mereka tiap- tiap dengan betul.

Seperti itu sebagian identitas sesuatu warga dengan cara biasa. Tidak hanya terdapatnya identitas warga ada pula apa yang diucap bagaikan unsur-unsur warga. Apa sajakah unsur- unsur warga itu, selanjutnya penjelasannya

Faktor Wujud Masyarakat

Warga ialah segerombol orang yang membuat sesuatu sistem, dimana didalamnya ada ikatan ataupun interaksi dampingi orang ataupun dampingi badan. Warga pula ialah sesuatu komunitas yang anggotanya silih menginginkan. Serta tergantung satu serupa lain, terlebih badan warga hendak hidup bersama di dalam satu komunitas yang tertib. Alhasil dengan cara pendek bisa disimpulkan kalau warga ialah segerombol orang yang silih berhubungan satu serupa lain. Terdapatnya sesuatu keinginan yang wajib dipadati jadi salah satu aspek penganjur terbentuknya ikatan sosial dampingi orang dalam sesuatu warga.

Tetapi butuh dimengerti kalau tidak seluruh kesatuan orang yang berjalan. Interaksi dampingi badan didalamnya dibilang bagaikan warga, sebab warga harus

serta tentu mempunyai sesuatu jalinan yang spesial. Jalinan spesial itu berbentuk sesuatu pola aksi laris dalam sesuatu batasan kesatuan. Pola aksi laris itu pula diatur ataupun didasarkan pada angka serta norma yang legal didalamnya. Dimana angka serta norma yang legal didalam satu warga belum pasti legal pula pada warga yang yang lain. Warga bagaikan sesuatu komunitas warga mempunyai unsur- unsur bagaikan selanjutnya:

Orang Banyak

Orang banyak ialah faktor awal dari sesuatu dimana ialah pengelompokan orang banyak pada sesuatu tempat khusus yang mempunyai identitas. Tercipta sebab terdapatnya sesuatu pusat atensi yang serupa.

Berlangsungnya aktivitas pertanyaan jawab di dekat subjek yang jadi pusat atensi orang banyak. Berjalan dalam durasi yang lumayan lama. Perasaan bagaikan sesuatu satu kesatuan bagaikan karakteristik sudah. Terdapat tetapi bisa lenyap kala gerombolan itu bubar, banyak ilustrasi gerombolan sosial yang kerap terjalin di warga.

Kalangan Ataupun Jenis Sosial

Kalangan ialah kelompok- kelompok dalam warga yang pengelompokan nya didasarkan pada identitas biasa. Identitas biasa itu bisa bertabiat adil ataupun individual. Konkretisasi dari kalangan ataupun jenis sosial bisa diamati dari terdapatnya kategori sosial ataupun status sosial bagaikan hasil dari kemajuan warga. Identitas dari sesuatu kalangan sosial merupakan:

Perkumpulan Ataupun Asosiasi

Perkumpulan ataupun federasi ialah sesuatu kesatuan orang yang dibangun dengan cara siuman dengan tujuan- tujuan khusus buat menggapai kebutuhan bersama. Sesuatu perkumpulan tercipta bila ada kecocokan kebutuhan, tujuan, atensi, agama, sampai kemampuan yang serupa diantara anggotanya. Tidak hanya itu, umumnya sesuatu perkumpulan pula berupa sesuatu badan ciptaan yang bertabiat resmi.

Kelompok

Berlainan dengan kalangan ataupun jenis sosial, sesuatu golongan jadi faktor mempunyai identitas semacam. Terdapatnya pemahaman serta rasa dari tiap badan golongan kalau mereka betul- betul bagian dari golongan tersebut

Ada sesuatu interaksi ataupun ikatan timbal balik dampingi badan golongan tersebut. Mempunyai sesuatu bentuk, norma, ataupun pula tertentu. Terdapatnya sesuatu aspek yang mengikat semacam pertemuan kodrat. Kebutuhan bersama, tujuan bersama, ataupun pandangan hidup dan keyakinan dalam badan golongan itu.

Golongan sosial ialah faktor warga sebab penuhi ketentuan semacam mempunyai seseorang atasan serta terdapatnya rasa kesatuan dampingi badan golongan.

Tidak hanya sebagian faktor warga diatas, Soerjono Soekanto pula menarangkan sebagian unsur-unsur warga bagaikan selanjutnya. Faktor warga yang awal merupakan beranggotakan minimun 2 orang. Sebab wajib terdapat sesuatu pola interaksi yang terjalin dalam sesuatu warga.

Baca Juga : Perbandingan Warga Pedesaan Dengan Perkotaan

Penafsiran Warga Madani Tentang Karakteristik Warga Sekitar

 Uncategorized   

Warga Madani merupakan sesuatu komunitas orang ataupun warga (Civil Society) yang menempuh hidup dengan cara beradat. Orang didalamnya menjunjung besar tindakan keterbukaan yang terkabul dengan tindakan silih menghormati perbandingan. Bisa jadi itu sejenak penafsiran dari tema yang hendak pengarang bahas pada postingan ini.

Gimana? Sedang mau lanjut baca? Okelah lanjut pada alinea selanjutnya ini yang wajib baca saat sebelum masuk ke ulasan penting. Sesuatu negeri pasti berambisi rakyatnya mempunyai tindakan yang membuat dalam sistem sosial kemasyarakatan. Apabila orang sanggup dengan cara langsung atau tidak langsung mempunyai kedudukan dalam jalannya cakra rezim. Pasti program-program positif kenegaraan bisa berjalan dengan bagus.

Keterangan sepenuhnya hal penafsiran warga madani, identitas, serta karakter hendak pengarang bahas dibawah ini. Janganlah kurang ingat baca pula hal pengetahuan nusantara dari faktor, guna serta hakikatnya.

Penafsiran Warga Madani

Penafsiran Warga Madani merupakan segerombol warga yang sanggup membuat negaranya dengan cara beradap. Metode hidup mereka pula dijalani dengan berarti serta mempunyai tindakan sosial yang bagus. Alhasil terbentuklah sesuatu peradaban yang bagus pula.

Sebutan warga madani ataupun( Civil Society) awal kali dikenalkan oleh kesatu menteri Malaysia yang bernama Anwar Ibrahim. Dia menarangkan kalau sebutan itu berarti bagaikan sistem kehidupan sosial yang dilandasi oleh prinsop akhlak.

Tiap warganya dipastikan kesetaraanya tanpa terdapat yang diunggulkan. Tidak hanya itu independensi individu pula dicocokkan dengan keadaanya sosial kemasyarakatan. Terdapat pula penafsiran warga madani bagaikan kelembagaan sosial yang dibangun buat menjamin tiap anggotanya tidak ditindas. Oleh karena itu, negeri demokratis pasti wajib sanggup menciptakan warga yang madani. Tiap masyarakat hendak memperoleh proteksi dari negeri. Dan mempunyai hak buat menyuarakan harapan pribadinya.

Penafsiran Warga Madani Bagi Para Ahli

Selanjutnya berbagai berbagai arti warga madani bagi para pakar. Sebagian antara lain bagaikan selanjutnya:

Nurcholish Madjid

Dia menarangkan kalau warga madani merupakan warga yang terdapat di dalam peradaban Islam. Yang diartikan yakni warga yang terletak di kota Madinah, suatu area yang dibentuk oleh Rasul Muhammad saw.

Thomas Paine

Pengetian Civil Society bagi Thomas Paine merupakan suatu area yang jadi tempat hidup sekumpulan orang. Di dalamnya mereka meningkatkan kepribadiannya dan meluapkan kemauan individu tanpa mengusik orang lain.

Dawan Rahardho

Bagi Dia madani ialah cara terjadinya suatu peradaban orang yang dilandasi angka kebijaksanaan.

W. J. S Poerwadarminton

Bagi Poerwadarminto, Warga merupakan suatu ikatan yang dicoba warga dengan terdapatnya jalinan ataupun ketentuan khusus. Setelah itu buat tutur madani berawal dari bahasa Arab yang merujuk pada kota madinah.

Dengan cara bahasa maksud madani merupakan warga kota. Butuh dimengerti pula konsumsi tutur kota bukan berarti merujuk pada posisi geografis sesuatu area. Tetapi pada karakter yang layak buat warga kota.

Alhasil arti yang tercantum didalamnya bukan buat memaknakan asal sesuatu warga. Tetapi pada tindakan karakter yang berperadaban.

Arti Dari PBB

Penafsiran Civil Society bagi Aliansi Bangasa Bangsa( PBB) merupakan suatu warga yang hidup dengan cara demokrati. Dan menghormati tiap hak serta tanggung jawab orang.

Gellner

Pengetian Civil Society bagi Gellner merupakan suatu institusi ataupun badan serta perkumpulkan yang mempunyai daya. Dalam perihal ini daya yang diartikan buat menghindari lahirnya tirani rezim yang dicoba oleh negeri ataupun komunitas khusus.

Muhammad A. S. Hikam

Bagi Muhammad Hikam, warga madani merupakan sebagian area yang sistematis dengan bagus dalam kehidupan bersosial.

Identitas penting masyakat ini merupakan kesukarelaan, keswasembadaan serta keswadayaan, serta independensi yang besar pada negeri. Dan mempunyai ketertarikan dengan nila- nilai norma dalam kehidupannya

Hasyim

Bagi Meter. Hasyim penafsiran dari madani merupakan berkas orang ataupun warga yang senantiasa menjaga sikap yang beradat. Dan mempunyai tindakan adat yang adiluhung.

Karakteristik Warga Madani

Terdapat sebagian karakter serta karakteristik karakteristik madani bagus dengan cara biasa ataupun bagi opini para pakar. Dibawah ini sebagian identitas yang wajib terdapat buat membuat Civil Society.

Melempangkan Prinsip Demokrasi

Kerakyatan bukan cuma berarti independensi serta kompetisi dampingi orang. Tetapi pula upaya bersama-sama buat membuat peradaban. Karakteristik karakteristik serta Karakter Madani Bagi Bahmuller Bagi figur bernama Bahmuller terdapat 5 karakteristik warga madani yang wajib terdapat didalamnya.

Tersambung serta bersatunya tiap orang ataupun golongan khusus ke dalam warga dengan kontak sosial. Memantapkan kewenangan dalam bagan kurangi kekuasaan kepentingan-kepentingan yang terdapat di dalam warga. Terdapatnya calo antara kebutuhan orang dengan negeri. Lewat badan sukarelawan yang dapat membagikan masukan kepada ketetapan yang didapat penguasa.

Tumbuhnya kepatuhan ataupun ketaatan serta keyakinan individu- individu yang merasa silih mempunyai jalinan. Alhasil tidak terdapat lagi tindakan individualis serta acuh tak acuh ditengah- tengah warga. Independensi warga yang dipastikan. Individu-invidu dapat melaksanakan bermacam aktivitas sosial dengan bermacam berbagai tipe kegiatan.

Perbandingan Warga Pedesaan Dengan Perkotaan

 November 14, 2020      
 Uncategorized   
Warga Pedesaan

Warga Pedesaan dengan Perkotaan, Perbandingan, Karakteristik serta Ikatan merupakan ekseluruhan hubungan- hubungan dalam hidup bersama serta tidak dibatasi oleh area, bangsa serta sebagainya

Penafsiran Masyarakat

Dalam Bahasa Inggris disebut Society, asal tuturnya Socius yang berarti teman. Tutur Warga berawal dari bahasa Arab, ialah Syiek, maksudnya berteman. Terdapatnya silih berteman ini pasti sebab terdapat wujud-wujud akhiran. Hidup, pelangiqq yang bukan diakibatkan oleh orang bagaikan individu melainkan oleh faktor-faktor daya lain dalam area sosial yang ialah kesatuan.

Warga bisa memiliki maksud yang besar serta kecil. Dalam maksud besar warga merupakan ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama serta tidak dibatasi oleh area, bangsa serta serupanya. Ataupun dengan tutur lain kebulatan dari seluruh perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam maksud kecil warga merupakan segerombol orang yang dibatasi oleh sedi- segi khusus, misalnya territorial, bangsa, kalangan serta serupanya.

Warga Pedesaan

Warga pedesaan senantiasa mempunyai identitas ataupun dalam hidup bermasyarakat, yang umumnya nampak dalam sikap rutinitas mereka. Pada suasana serta situasi khusus, beberapa karakter bisa digeneralisasikan pada kehidupan warga dusun di Jawa. Tetapi begitu, dengan terdapatnya pergantian sosial religius serta kemajuan masa data serta teknologi, sering-kali beberapa karakter itu telah tidak legal. Warga pedesaan pula diisyarati dengan pemilikan jalinan perasaan hati yang kokoh sesama masyarakat dusun.

Perasaan tiap masyarakat atau badan warga yagn amat kokoh yang hakekatnya, kalau seorang merasa ialah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari warga dimanapun beliau hidup dicintainya dan memiliki perasaan mau buat berdedikasi tiap durasi untuk masyarakatnya ataupun anggota- anggota warga, sebab berpikiran bersama sebgai warga yang silih menyayangi silih meluhurkan, memiliki hak tanggung jawab yang serupa kepada keamanan serta keceriaan bersama di dalam warga.

Warga Perkotaan

Penafsiran Kota Semacam perihalnya dusun, kota pula memiliki penafsiran yang beragam semacam opini sebagian pakar selanjutnya ini.

Wirth

Kota merupakan sesuatu penentuan yang lumayan besar. Padat serta permanen, ditempati oleh banyak orang yang heterogen peran sosialnya.

Max Weber

Kota baginya, bila penunggu setempatnya bisa penuhi beberapa besar keinginan ekonominya dipasar lokal.

Dwigth Sanderson

Kota yakni tempat yang berpenduduk 10 ribu orang ataupun lebih. Dari sebagian opini dengan cara biasa bisa dibilang mempunyani identitas pokok yang serupa. Penafsiran kota bisa dikenakan pada wilayah ataupun area komunitas khusus dengan kadar dalam bentuk rezim.

Bagi rancangan Sosiologik beberapa Jakarta bisa diucap Kota, sebab memanglah style hidupnya yang mengarah bertabiat individualistik. Marilah saat ini kita meminjam lagi filosofi Talcott Parsons hal jenis warga kota yang antara lain memiliki identitas:

Adil Afektif

Warga Kota menampilkan watak yang lebih mementingkat Kerasionalan serta watak logis ini akrab hubungannya dengan rancangan Gesellschaft ataupun Association. Mereka tidak ingin mencampuradukan keadaan yang bertabiat penuh emosi ataupun yang menyangkut perasaan pada biasanya dengan keadaan yang bertabiat logis, seperti itu penyebabnya jenis warga itu diucap adil dalam perasaannya.

Arah Diri

Orang dengan kekokohannya sendiri wajib bisa menjaga dirinya sendiri, pada biasanya dikota orang sebelah itu bukan orang yang memiliki ikatan kekeluargaan dengan kita oleh sebab itu tiap orang dikota terbiasa hidup tanpa menggantungkan diri pada orang lain, mereka mengarah buat individualistik.

Bagi Para Ahli

Saat sebelum kita ucapan lebih lanjut permasalahan warga, kita meninjau terlebih dulu arti mengenai warga. Hal maksud warga, disini kita kemukakan sebagian arti hal warga bagi para ahli, seperti

  1. Linton: seseorang pakar antropologi mengemukakan, kalau warga merupakan tiap golongan orang yang terlaha lumayan lama hidup serta berkolaborasi, alhasil merekaini bisa mengerahkan dirinya.
  2. R Steinmetz: berkata warga merupakan segerombol orang yangyang terbanyak, yang mencakup pengelompokan- pengelompokan mausia yang lebih ecil, yang memiliki ikatan yang akrab terdapat tertib.
  3. J. Herskovits: berkata warga merupakan golongan orang yang mengerahkan serta menjajaki satu metode hidup khusus.
  4. L. Gilin serta J. P. Gilin: berkata kalau warga merupakan segerombol orang yang terbanyak serta memiliki kerutinan, adat- istiadat, tindakan serta perasaan yang sama
  5. Hasan Shandily: berkata kalau warga merupakan kalangan besar ataupun kecil dari sebagian orang, yang dengan akibat berangkaian dengan cara kalangan serta memiliki akibat kejiwaan satu serupa lain.

Memandang definisi- definisi warga diatas bisa didapat kesimpulan kalau warga wajib memiliki syarat- syarat bagaikan selanjutnya.

  1. Wajib terdapat pengumpulan orang, serta wajib banyak, bukan pengumpulan binatang.
  2. Terdapatnya aturan- aturan ataupun hukum yang menata mereka.
  3. Sudah bertempat bermukim dalam durasi yang lama disuat wilayah khusus.

Karakteristik Warga Pedesaan Dengan Perkotaan

Karakteristik Warga Pedesaan

Warga Pedesaaan ataupun warga dusun merupakan masyarkat yang kehidupannya sedang banyak dipahami oleh adat istiadat lama, ialah suatu ketentuan yang telah afdal serta mencangkup seluruh konsepsi sistem adat yang menata aksi ataupun aksi orang dalam kehidupan social hidup bersama, bertugas serupa serta berkaitan akrab dengan cara kuat lama, dengan sifat- sifat yang nyaris sebentuk. Penduduknya kurang dari 2. 500 jiwa.

Ada pula identitas warga pedesaan, ialah:

  1. Didalam warga pedesaan mempunyai ikatan yang lebih mendalam serta akrab apabila dibanding dengan masyaraka pedesaaan yang lain diluar batas- batas wilayahnya.
  2. System kehiduapan biasanya beregu dengan dasar kekeluargaan (perkumpulan).
  3. Warga itu homogeny, semacam dalam perihal mata pencaharian, agama, adat- istiadat serta serupanya.
  4. Beberapa besar masyarakat warga hidup pertanian, pekerjaan- pekerjaan yang bukan pertanian ialah profesi dalih yang umumnya buat memuat durasi senggang.
  5. Kehidupan warga pedesaan sedang menggenggam besar angka keluhuran keimanan serta pula kebudayaan.
  6. Warga pedesaan sedang berkutat dengan keadaan yang lama serta pula mengarah sulit buat bisa menyambut perihal baru.
  7. Masyarakat pedesaan kerap sekali bergotong- royong dibanding dengan individualisme.
  8. Fasilitas- fasilitas sedang tidak sering ada di pedesaan.
  9. Akses pedesaan yang terasing sulit buat ditempuh.
  10. Menjunjung besar norma- norma yang legal didaerahnya.
  11. Memiliki watak kekeluargaan yang erat.
  12. Menghormati orang lain.
  13. Berdialog apa adanya.
  14. Perasaan tidak terdapat yakin diri kepada warga kota.
  15. Tertutup dalam perihal keuangan.
  16. Demokratis serta pula religius.

Warga pedesaaan identic dengan sebutan gotong- royong yang ialah kerjasama buat menggapai kepentingan- kepentingan mereka.

Karakteristik Warga Perkotaan

Warga Perokotaan sendiri bisa dimaksud bagaikan Urban Community yang lebih dipentingkan pada watak kehidupannya dan identitas kehidupannya yang berlainan dengan warga pedesaan. Terdapat sebagian karakteristik yang muncul pada warga kota, ialah:

  1. Kehidupan keimanan menurun apabila dibanding dengan kehidupan keimanan di desa.
  2. Orang kota pada biasanya bisa mengurus dirinya sendiri tanpa wajib tergantung pada orang lain, yang berarti didalam orang perkotaan adalahan orang perorangan ataupun orang.
  3. Penjatahan kegiatan di antara warga-warga kota pula lebih jelas serta memiliki batas-batas yang jelas.
  4. Kemungkinan-kemungkinan buat memperoleh profesi pula lebih banyak didapat masyarakat kota dari masyarakat dusun.
  5. Penjatahan durasi yang lebih banyak terjalin bersumber pada pada factor kebutuhan dari factor individu.
  6. Perubahan-perubahan social nampak dengan jelas di kota- kota, karena kota umumnya menyambut akibat dari luar.
  7. Penjatahan durasi yang lebih cermat serta amat berarti, buat bisa mengejar keinginan orang.
  8. Kehidupan agamanya menurun karena umumnya cuma duniawi saja yang di buru nya tanpa mempertimbangkan nanti alam baka nanti
  9. Masyarakat kota pada biasanya memperoleh profesi lebih banyak serta lebih baik.
  10. Banyak masyarakat kota yang individualisme tanpa wajib memperdulikan orang lain.
  11. Perubahan-perubahan hendak nampak jelas di kota karena amat mempengaruhi dari adat luar.
  12. Lebih kerap terserang akibat kesejagatan.
  13. Orang kota pada biasanya hendak bisa mengurus dirinya sendiri tanpa tergantung pada orang lain.
  14. Di kota- kota kehidupan keluarga kerap berat buat disatukan, sebab perbandingan politik serta agama serta serupanya.
  15. Pola benak logis yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
  16. Interaksi- interaksi yang terjalin lebih bersumber pada pada aspek kebutuhan individu dari kebutuhan biasa.